Pasca Konflik Bolingongot, Tokoh BMR Minta Kapolda Sulut Buka Hasil Atopsi Penembakan?

Pasca Konflik Bolingongot, Tokoh BMR Minta Kapolda Sulut Buka Hasil Atopsi Penembakan?
Tokoh BMR Bapak Syachrial Damopolii.

BOLMONG,TABLOIDKONTRAS.Com – Mantan ketua DPRD Sulut ( Guhanga) dua periode Bapak Drs. Syachrial Damopolii mengecam keras tindakan penyerangan yang diduga dilakukan oleh oknum ‘Preman Bayaran’ dari Perusahan PT.BDL.

Syachrial menegaskan Dirinya akan mengawal kasus ini hingga tuntas, dan minta aparat kepolisian dapat mengusut tuntas siapapun yang terlibat pada peristiwa penyerangan tersebut, apa terlebih  sudah menewaskan salah satu warga Desa Toruakat Kecamatan Dumoga ( red:Bolmong) inisial AD Alias Arman lelaki (37) dilokasi bolingongot.

” Kami akan awasi penanganan kasus ini agar kemudian diharapkan dapat di usut tuntas siapa aktor utama yang menciptakan konflik dilokasi perkebunan itu, karena dengan adanya pelibatan oknum ‘Preman Bayaran’ dilokasi, maka terindikasi kuat management konflik ini ada yang mendesign dan sengaja dibenturkan masyarakat dengan masyarakat dilokasi tambang .” Tegas Tokoh BMR Syachrial Damopolii Minggu (03/10/21) Siang tadi.

Lanjutnya, Perusahan PT.BDL Sejak 2019 sudah habis izin pinjam pakai kawasan hutan ( IPPKH ) nya. Maka sudah tentu tidak bisa lagi melakukan aktivitas kegiatan penambangan, sebelum seluruh prayarat perpanjangan terpenuhi. Termasuk IPPKH nya menjadi mutlak harus dikantongi.

” Kami sudah mendengar berbagai laporan masyarakat bahwa kemudian aktivitas kegiatan penambangan PT.BDL terus berjalan. Harusnya Ini tidak bisa dibiarkan dan sepantasnya Aparat Penegak Hukum menindak dan menghentikan itu karena IPPKH nya belum dikantongi oleh pihak perusahan,” Ujarnya.

Ia pun berharap agar hasil atopsi korban yang tertembak pada Senin 27 September 2021 kemarin, bisa di publis oleh pihak kepolisian.

” Diminta Pak Kapolda Sulut bisa membuka Hasil Atopsi korban, Agar diketahui peluru yang menembus dada korban itu dari senjata milik siapa, Kaliber apa, dan Apakah senjata itu berasal dari Oknum yang terlibat pada konflik atau Aparat?” Tanya Syachrial Damopolii.

Terpisah Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast ketika di konfirmasi Wartawan Minggu 3 Oktober 2021, Menjawab, Bahwa hasil atopsi belum dikantongi pihak polda.

Disinggung apakah harus memakan waktu berapa lama, baru kemudian hasil atopsi tersebut akan dikantongi oleh kepolisian?. Jules Mengatakan tergantung dari pihak dokternya.

” Hasil Atopsi Tergantung dari pihak dokternya.” Jawab Kabid Humas Polda Sulut. Seraya menambahkan, nanti tunggu hasil proses penyelidikan saja pak.” Tandasnya.

 

(Lucky Lasabuda)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan