Pemkot Depok Keluarkan SE Penyesuaian Kegiatan Kurban

Pemkot Depok Keluarkan SE Penyesuaian Kegiatan Kurban

DEPOK, TABLOIDKONTRAS.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Depok, Rabu 14 Juli 2021 mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor 443/371-Huk/DKP3 tentang Perubahan Atas SE Wali Kota Depok Nomor 443/314-HUK/DKP3. Yaitu tentang Pelaksanaan Kegiatan Kurban dalam Situasi Wabah Bencana Non Alam Coronavirus Disease (Covid-19) di Kota Depok.

Terbitnya SE penyesuaian tersebut dikarenakan telah adanya SE Menteri Agama Nomor SE.17 Tahun 2021 tentang Peniadaan Sementara Peribadatan di Tempat Ibadah, Malam Takbiran, Shalat  Idul Adha, dan Petunjuk Teknis Pelaksanaan Qurban Tahun 1442  H/2021 M di Wilayah Pemberlakuan

Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat. Selain juga terbitnya Keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor: 443/Kep.348-Hukham/2021 tentang Protokol Pemeriksaan, Penjualan, dan Penyembelihan Hewan Kurban, Serta Distribusi Daging Kurban Pada Masa Pandemi Coronavirus Disease  2019 (COVID-19) Tahun 2021 M/1442 H.

Terdapat tiga ketentuan yang disesuaikan. Pertama, pada pada poin ketentuan  angka 2 huruf a hewan kurban di RPH-R ditambah 1  angka yakni angka 6 antara lain.  Poin a yakni  Pemotongan Hewan Kurban di RPH-R dalam melakukan kegiatan pemotongan hewan kurban di RPH-R harus memenuhi persyaratan. Di antaranya pemotongan hewan kurban dilakukan pada Hari H Idul Adha, dan Hari Tasyrik (H+1, H+2, dan H  +3) atau tanggal 10, 11, 12, dan 13 Dzulhijjah 1442 H.

Yang kedua, ketentuan angka 2 huruf b angka 2 pemotongan hewan kurban di luar RPH-R, diubah. Menjadi, persetujuan tempat pemotongan hewan kurban dikeluarkan oleh camat yang berlaku pada hari Tasyrik (H+1, H+2 dan H+  3) atau tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah 1442 H, berdasarkan rekomendasi dari lurah setempat. Dan dikuatkan dengan surat pernyataan tanggung jawab penuh dari panitia pemotongan hewan kurban.

Ketiga, SE ini merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari SE Wali Kota Nomor: 443/314-HUK/DKP3. Yaitu tentang Pelaksanaan Kegiatan Kurban Dalam Situasi Wabah Bencana Non Alam Coronavirus Disease (COVID-19) di Kota Depok.

Fasilitasi Para Julehan

Pada kesempatan terpisah, Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kota Depok, Dadang Wihana mengatakan, pemeriksaan rapid test guna memastikan semua Julehan bebas Covid-19. Hal tersebut telah diatur dalam Surat Edaran Nomor 443/371-Huk/DKP3 tentang Perubahan Atas SE Wali Kota Depok nomor 443/314- HUK/DKP3 tentang Pelaksanaan Kegiatan Kurban  dalam Situasi Wabah Bencana Non Alam Coronavirus Disease (Covid-19) di Kota Depok.

Ia menagatakan, Pemerintah Kota Depok akan memfasilitasi pemeriksaan rapid test antigen kepada semua Juru Sembelih Hewan Kurban (Julehan) di Kota Depok. Pemeriksaan dilakukan secara gratis oleh Dinas Kesehatan dibantu UPTD Puskemas di setiap kecamatan.

“Selain terkait rapid test, di dalam SE juga diatur waktu penyembelihan pada Rumah Pemotongan Hewan Ruminansia (RPH-R) yakni 4 hari pada 10-13 Dzulhijjah 1442 H dan Non RPH-R selama 3 haru 11-13 Dzulhijjah,” kata Dadang, Kamis (15/7).

Ia menjelaskan, apabila hasil dari rapid test menunjukkan reaktif, maka Julehan tersebut diminta untuk tidak bertugas. Sebab, pihaknya memberlakukan pemotongan kurban dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat.

“Dalam pelaksanaan nanti pun Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Depok dibantu kecamatan dan kelurahan akan melakukan pengawasan dan pemeriksaan hewan kurban di semua titik, untuk menjamin kesehatan hewan,” tutupnya.

 

IK

 

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan