PETI Dibolmong Menggurita. Ormas LAKI Tantang Kapolri Tindak Perusakan Hutan.

PETI Dibolmong Menggurita. Ormas LAKI Tantang Kapolri Tindak Perusakan Hutan.
PETI Di Kecamatan Lolayan ( Bolmong) yang terkesan Dibiarkan?

BOLMONG,TABLOIDKONTRAS.Com – Proses penindakan hukum atas maraknya Pertambangan Emas Tanpa Ijin ( PETI ) Di Wilayah BMR. Lebih Khusus Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) perlu dipertanyakan.

Meskipun aktivitas ilegal ini dilakukan secara terbuka, dengan puluhan alat berat dan bak pemurnian emas yang dibuat, namun sampai saat ini baik pemerintah maupun Aparat Penegak Hukum ( APH ) belum juga melakukan penindakan yang terukur agar oknum oknum yang merusak hutan ditangkap dan di adili. Demikian ini dikatakan Ketua DPC Laskar Anti Korupsi Indonesia ( LAKI ) Indra Mamonto pada Awak media Senin 18 Oktober 2021.

Lanjutnya, Jika merujuk Peraturan perundang undangan yang tertuang baik dilihat pada Pasal 158 Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009, tentang Pertambangan Minerba maupun Undang Undang perubahan Nomor 3 tahun 2020, dimana cukup jelas disebutkan setiap orang yang melakukan usaha penambangan tanpa IUP, IPR atau IUPK sebagaimana dimaksud dalam Pasal 37, Pasal 40 ayat (3), Pasal 48, Pasal 67 ayat (1), Pasal 74 ayat (1) atau ayat (5) dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan denda paling banyak 10 Miliar.

Olehnya, Atas nama Ormas LAKI kami mendesak Pemerintah maupun Aparat Penegak Hukum ( APH ) yang memiliki kewenangan untuk menindak dan menutup ilegal mining dilokasi PETI Potolo dan PETI Rumagit diminta tidak hanya diam.

” Kewenangan untuk melakukan penindakan yang terukur berada di tangan pemerintah wilayah maupun pihak kepolisian. Sehingga kemudian lintas koordinasi perlu dilakukan untuk memberantas mafia PETI yang selama ini terkesan begitu sulit ditindak,” Pintahnya.

Masih Indra Mamonto menyampaikan, Perusakan hutan di kecamatan lolayan ( red: Bolmong) sudah sekian tahun ini terus berjalan. Tapi menariknya, Baik pemerintah maupun APH hanya bisa melakukan himbauan saja, berupa pemasangan spanduk larangan,  tanpa ada langkah penindakan yang terukur. Yakni, semisal menghentikan dan menutup aktivitas kegiatan tanpa ijin tersebut sekaligus menangkap oknum oknum yang diduga kuat bermain pada pusaran ilegal tanpa selembar ijin yang mereka kantongi.

” Pak Kapolri yang terhormat, Pak Kapolda yang terhormat, dan Pak Gubernur Sulut yang terhormat, Apakah Pertambangan Emas Tanpa Izin ( PETI ) diwilayah Kecamatan Lolayan, (red:Bolmong), Baik Lokasi PETI Potolo dan PETI Rumagit harus dibiarkan MENGGURITA, Semestinya ini sudah lebih awak terdeteksi tanpa harus kami suarakan berkali kali, apa terlebih dilakukan secara terbuka dengan puluhan alat berat Excavator dilokasi,” Tanya Indra Mamonto.

Ia pun berharap, Bapak Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bisa mendengar dan mengetahui bahwa PETI di Wilayah yang dimaksud sudah begitu menggurita dan telah banyak peristiwa yang terjadi, Tetapi aktivitas terkesan dibiarkan serta dugaan kuat sudah ratusan kilogram produksi emas yang dirampok tanpa ada penindakan yang tegas dan ini jelas jelas menjadi kerugian bagi negara. Tandas Ketua DPC Laskar Anti Korupsi Indonesia ( LAKI) Indra Mamonto.

Data yang berhasil dirangkum oleh Awak Media, bilamana Lokasi ilegal mining tersebut diketahui telah di policeline oleh pihak kepolisian pada saat melakukan penangkapan terhadap beberapa pelaku ilegal mining, kini dikabarkan telah di buka dan sudah dijadikan area pertambangan emas tanpa ijin (PETI) oleh oknum ‘Korporasi’ yang kuat dugaan bersekongkol denga oknum oknum yang ikut menikmati hasil produksi emas tersebut.

Belum pula, bertambahnya alat berat Excavator maupun dhun truck yang lalung lalang melakukan kegiatan ilegal di dua lokasi itu, serta nampak pembuatan bak pemurnian emas yang berukuran skala besar seperti Lapangan bola kaki, yang tentunya proses itu menggunakan bahan kimia Sianida (CN).

Untuk itu ini perlu di sikapi, dan jangan dibiarkan demi kelangsungan hutan yang sepatutnya sama sama wajib dijaga dan wajib dilestarikan, Tetapi hari ini telah dirusak oleh oknum oknum yang tidak bertanggungjawab dengan menggunakan alat berat excavator.

 

(Lucky Lasabuda)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan