Polisi Ringkus Dua Pelaku Penyeludupan Bahan Bakar Solar Di SPBU Poigar.

Polisi Ringkus Dua Pelaku Penyeludupan Bahan Bakar Solar Di SPBU Poigar.
Polres Bolmong Tahan kendaraan yang mengangkut bahan bakar jenis solar di SPBU Poigar.

BOLMONG, TABLOIDKONTRAS.com  – Lagi lagi dugaan penyeludupan bahan bakar jenis solar di wilayah bolaang mongondow digagalkan team Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Bolaang Mongondow (Bolmong) Rabu 30/06/21).

Terbongkarnya penyelewengan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi ini, berkat adanya informasi masyarakat bahwa di Stasiun Pengisian Bahan Bakar ( SPBU ) desa poigar seringkali terjadi permainan dan pengisian solar yang diduga kuat digunakan pada pekerjaan proyek yang melibatkan oknum pengusaha dengan skala besar.

Alhasil atas laporan dari masyarakat , polisipun langsung bergerak cepat menindak lanjutinya dan sesampai di lokasi ada mobil jenis bak terbuka didapati sedang mengisi BBM bersubsidi jenis Solar memakai drum sebanyak 96 Galon BBM dengan Kapasitas 2400 Liter BBM jenis Solar.

Kanit Resmob AIPDA Toto S. Monoarfa membenarkan penangkapan tersebut. ” iya ada oknum yang sedang melakukan pengisian BBM jenis Solar yang dimuat menggunakan kendaraan mobil Gran max warna silver DB 8428 KC” Ujarnya.

Di jelaskannya, Dimana team menemukan kendaraan tersebut dan team berusaha memberhentikannya namun kendaraan tersebut tidak mau berhenti, dan team melakukan pengejaran dari Desa Inobonto kemudian team berhasil menghentikan kendaraan itu tepatnya di Kelurahan Mongkonai selanjutnya team melakukan pengecekan kendaraan dan dari muatan kendaraan itu ternyata benar isinya adalah BBM jenis Solar yang diambil dari SPBU Poigar,

Masih Toto Monoarfa menambahkan, selanjutnya team mengamankan sopir dan kendaraan tersebut untuk dibawa ke Polres bolmong guna proses hukum lebih lanjut.

” Dugaan BBM bersubsidi yang dibeli dari SPBU dipakai untuk mengoperasikan alat berat oleh kontraktor yang sedang mengerjakan proyek di daerah setempat” Bebernya.

Seraya menambahkan bahwa kasus ini masih dalam tahap penyidikan dan dua orang yang di ringkus masing masing berinisial RK domisili kelurahan kotamobagu dan satunya lagi berinisial TA, warga Desa purwerejo Kec-kecamatan modayag (Boltim) dengan status tersangka,” kata Toto Monoarfa

Data yang berhasil di rangkum wartawan, ke dua tersangka dijerat dengan pasal 55 Undang-undang Nomor 22 tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi.

Dimana Setiap orang yang menyalahgunakan pengangkutan dan/atau niaga bahan bakar minyak yang disubsidi pemerintah, dipidana dengan penjara paling lama enam tahun dan denda paling tinggi Rp 6 miliar.

 

(Fik)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan