Tabloidkontras.com

komunikasi terarah & selaras

08/12/2022

Polsek Lolayan Tempuh Restorative Justice (RJ) Melalui Perdamaian.

Polsek Lolayan Tempuh Restorative Justice (RJ) Melalui Perdamaian.
Kapolsek Lolak dan warga yang di damaikan berdasarkan kesepakatan ke dua belapihak.

KOTAMOBAGU,TABLOIDKONTRAS.Com – Restorative Justice atau Keadilan Restoratif merupakan alternatif dalam sistem peradilan pidana dengan pendekatan integral antara pelaku dengan korban dan masyarakat sebagai satu kesatuan untuk mencari solusi serta kembali pada pola hubungan baik dalam masyarakat, sebagaimana yang sering kali disampaikan oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Tertuang dalam Surat Edaran No. 2/II/2021,dan Perpol 08 Tahun 2021, Keadilan Restoratif merupakan alternatif maupun upaya penyelesaian lewat mediasi atau dialog atau kesepakatan beberapa pihak yang terkait.

Dan hal ini telah dilakukan dan diterapkan oleh Kapolsek Lolayan Iptu Liefan Kolinug SE selaku pimpinan di Polsek Lolayan dalam mendamaikan warga Desa Lolayan Kecamatan Lolayan yang tengah berperkara dalam dugaan tindak pidana dimuka umum bersama-sama melakukan kekerasan terhadap orang atau barang sebagaimana dimaksud dalam pasal 170 ayat (1) KUHP Jo Pasal 56 KUHP yang dilakukan oleh WM alias Wiran (19) dan KM alias MITO (19) terhadap korban TRP alias Randa (27), yang terjadi pada hari Selasa tanggal 18 Oktober 2022 sekitar pukul 03.00 wita di Desa Lolayan Kecamatan Lolayan.

Rabu (26/10/2022), sekitar pukul 20.00 wita Kapolsek Lolayan Iptu Liefan Kolinug SE didampingi oleh Kanit Reskrim Polsek Lolayan Aiptu Fadly Pampaile dan Bhabinkamtibmas Desa Lolayan Bripka Jukri Paputungan melakukan upaya mediasi dan musyawarah di ruang Kantor Kepala Desa Lolayan antara kedua belah pihak warga yang berselisih paham dengan tahapan sesuai Perpol 08 tahun 2021 tentang Penyelesaian Restorasi, dimana dalam mediasi dan musyawarah tersebut dihadiri juga Sangadi/Kepala Desa Lolayan Dedi Mokotoloy SE, Sekdes Lolayan Yondran Paputungan, Kaur Pemerintahan Risal Makalalag, Ketua BPD Ulu Lumi, Ketua RT, tokoh masyarakat beserta Keluarga Korban dan Pelapor.

Restoratif tersebut akhirnya menghasilkan kesepakatan, kedua pihak saling setuju untuk saling memaafkan atas Kekerasan terhadap Korban dan Korban pun menerima permintaan, kedua pihak dalam mediasi tersebut juga meminta maaf kepada Korban dan Korban atas kekerasan yang dilakukan karena Upaya yang dilakukan dalam mediasi tersebut. dan yang terakhir kedua menikmati jalan damai dan kekeluargaan, tanpa berulang-ulang lagi .

Dalam kesempatan tersebut Sangadi/Kepala Desa Lolayan mengucapkan rasa terima kasih kepada Polsek Lolayan terutama Kapolsek yang telah menjembatani upaya mediasi dan musyawarah terhadap warganya yang tengah berperkara sehingga terjadi kesepakatan damai.

Kapolsek Lolayan Iptu Liefan Kolinug SE sangat mengharapkan kejadian seperti ini tidak lagi terjadi, upaya mediasi dan musyawarah dilakukan agar para warga yang terlibat benar-benar dampak dan konsekuensi yang akan terjadi jika terus terjadi hingga terjadinya hukum yang lebih berat, sehingga satu -satu-satunya jalan adalah jalur hukum.

“Kami harap antara kedua belah pihak yang tengah berperkara agar saling berbagi berharga atas kejadian ini dan upaya yang dicapai melalui mediasi dan musyawarah hasilnya sama-sama saling menghargai dan saling menghargai,” Ungkap Iptu Liefan Kolinug SE.

“Kami berpesan tidak hanya pada warga yang berselisih paham, namun kepada seluruh masyarakat yang ada di Desa Lolayan Kecamatan Lolayan, mari bersama-sama saling menjaga menjaga kamtibmas, menghindari segala potensi yang dapat mengganggu kekondusifan di Desa Lolayan Kecamatan Lolayan,” Harapnya.

 

(DN)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan