Program Pancakarsa Mengakomodir Kepentingan Masyarakat Kab.Bogor.

Program Pancakarsa Mengakomodir  Kepentingan Masyarakat Kab.Bogor.
:KepalaBappedalitbangKab.Bogor, kemejaputih.

BOGOR. TABLOIDKONTRAS.com – Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Penelitian dan Pengembangan (BAPPEDALITBANG) Kabupaten Bogor Ir.Suryanto Putra,M.Si mengatakan, Program Pancakarsa Pemerintah Daerah Kabupaten Bogor merupakan landasan terhadap giat pembangunan Bumi Tegar Beriman, Hal tersebut disampaikannya pada kegiatan diskusi “Ngariung Pancakarsa Pokja”, di Aula Diskominfo Kab.Bogor, Rabu (17/11/21).

Suryanto Putra mengatakan, Program Pancakarsa yakni Karsa Sehat, Karsa Cerdas, Karsa Maju, Karsa Membangun dan Karsa Berkeadaban yang dimiliki Pemkab Bogor bertujuan sangat baik, demi untuk seluruh masyarakat Kabupaten Bogor.

Suryanto mencontohkan misalnya tentang Karsa Sehat, mencakup berbagai kepentingan langsung masyarakat, seperti, kartu sehat, Bogor siaga, Pembangunan Rumah Sakit dll, termasuk program Bogor bebas Stanting, karena ternyata masih banyak warga Kabupaten Bogor yang Buang Air Besar Sembarangan (BABS).

“Mengenai penilaian stanting ini merupakan amanat Pemerintah Pusat yang harus melibatkan banyak unsur mulai dari Pemerintah Daerah, Dinas-Dinas Terkait, kelompok masyarakat seperti relawan dan harus dilaksanakan penyuluhan secara terus menerus agar menimbulkan kesadaran masyarakat agar jika buang air besar di WC dan salurannya ke savetic tank”, ujarnya.

Ketua Forum Kabupaten Bogor Sehat Hj.Lilis Hayatunafsiah melalui sambungan Telpon seluler kepada Barisan Berita.com mengatakan, berdasarkan data pada tahun 2019-2020 masyarakat Kabupaten Bogor  Buang  Air Besar Sembarangan (BABS) Open Defecation Free (ODF) 11,3 %, sedangkan untuk tahun 2021 angkanya belum diketahui, tapi kami telah melakukan semacam pendataan ke 261 desa yang ada di Kabupaten Bogor namun hasilnya  belum disimpulkan, ujarnya.

Hj.Lilis Hayatunafsiah menjelaskan bahwa pihaknya telah dan akan terus melaksanakan sosialisasi dan penyuluhan kepada masyarakat Kabupaten Bogor, agar makin menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan dan menjaga kesehatan diantaranya dengan cara tidak buang air besar sembarangan, seperti jangan buang air besar di sungai, jangan buang air besar di kebun, disemak-semak atau di WC  tapi salurannya kesungai atau kesaluran pembuangan air, untuk itu dihimbau agar masyarakat buang air besarnya ke WC dan salurannya ke savetic tank.

Hj.Lilis Hayatunafsiah  juga mengatakan,  dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat agar tidak BABS tentu terdapat berbagai kendala, seperti luasnya wilayah Kabupaten Bogor, pengetahuan masyarakat dll, sehingga harus dilakukan upaya sosialisasi dan penyuluhan secara kontinew serta harus melibatkan kerjasama semua pihak mulai dari pemerintah, seluruh unsur-unsur masyarakat luas agar capaian ODF Kabupaten Bogor semakin baik dengan indikasi, tidak ada masyarakat yang buang air besar ditempat terbuka / sembarang  tempat (dikebun, disungai, di semak-semak, atau dipantai), melalui pendekatan untuk merubah perilaku hygiene dan sanitasi melalui pemberdayaan masyarakat dengan metode pemicuan dan sebagainya, ujarnya.

 

(ris).

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan