Ratusan Masyarakat Adat Gelar Aksi Tuntut Bos PT BDL Ditangkap.

Ratusan Masyarakat Adat Gelar Aksi Tuntut Bos PT BDL Ditangkap.
Masyarakat Bolaang Mongondow ( AMABOM) Gelar Aksi Damai Menuntut Penegakan Hukum.

KOTAMOBAGU,TABLOIDKONTRAS.Com – Imbas dari penanganan hukum yang dinilai belum tuntas dan masih menyisahkan beragam pertanyaan terkait siapa aktor intelektual yang membiayai terduga penembakan, menimbulkan kecaman keras melalui aksi damai Ratusan Masyarakat Adat yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Adat (GEMA) Toruakat dan Aliansi Masyarakat Adat Bolaang Mongondow (AMABOM) Raya, Rabu (27/10) Siang kemarin.

Aksi damai Ratusan Masyarakat Adat tersebut tidak lain mereka menuntut penanganan hukum yang dilakukan oleh pihak kepolisian Polda Sulut, Diminta dapat berjalan sebagaimana mestinya serta Bos PT.Bulawan Daya Lestari ( BDL) Ditangkap.

Ketua AMABOM Muliadi Mokodompit MSi, kepada sejumlah media menyebut bahwa kehadiran masyarakat Adat bukan untuk membuat keributan dan kami telah menghimbau kepada Masyarakat agar tidak banyak yang hadir mengingat kondisi saat ini masih Pandemi Covid-19.

“Kehadiran Kami di sini bukan untuk ribut, Kami sudah menghimbau agar tidak banyak yang hadir sesuai arahan dari pihak kepolisian, Kami hadir disini (Bundaran Paris) KOTAMOBAGU, karena merupakan titik nol perjuangan leluhur Bolaang Mongondow, Sekaligus Kami hanya meminta Keadilan terkait pembunuhan anak Adat Armanto Damopolii”. Ujar Muluady Mokodompit

Dikatakan Mokodompit, Penanganan hukum yang saat ini lagi berjalan, belum sesuai yang diharapkan, meski sudah ada beberapa tersangka yang ditahan, namun Kami tidak mau sandiwara ini berjalan terus. Pasti ada aktor Intelektual yang bermain di belakang kasus ini, sehingga Masyarakat yang memahami ini menilai  jangan sampai ada rekayasa dan sandiwara, sehingga maka masyarakat adat yang menjadi korban hari ini melakukan aksi damai menuntut keadilan hukum ditegakan berdasarkan ketentuan perundang-undangan yang berlaku,” Tegasnya

“PT. BDL Sambungnya Sebagai Pembunuh belum pernah datang sekedar mengucapkan bela sungkawa, hari ini masyarakat adat Toruakat bukan hanya dirampas tanah adatnya, bukan hanya dilecehkan Komunitas adatnya tapi dibunuh masyarakat adatnya, kepada siapa lagi masyarakat akan mengadu, Kami melihat Pemerintah Daerah tidak serius menanggapi masalah ini, masyarakat kalau dibiarkan ini merupakan lonceng kematian bagi masyarakat Adat”. terangnya

Mokodompit juga meminta Presiden Ir Joko Widodo untuk memperhatikan masalah ini, begitu juga dengan Bapak Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo agar dapat melihat masalah ini, ada oknum-oknum yang bermain di persoalan ini, kalau tidak ada oknum yang bermain-main, tidak mungkin akan lambat seperti ini, Kebenaran bisa disalahkan namun kebenaran tidak bisa dikalahkan, Kita akan berjuang terus sampai titik darah terakhir”. Kunci Mokodompit

Ratusan Masyarakat Adat (GEMA) Toruakat dan Aliansi Masyarakat Bolaang Mongondow ( AMABOM) Gelar Aksi Damai Menuntut Penegakan Hukum.

Tampak hadir dalam Aksi tersebut Ketua Aliansi Masyarakat Adat Bolaang Mongondow Raya, Drs Zainul Armin Lantong, Panglima Besar Brigade Bogani Masud Lauma, Tokoh adat Desa Toruakat serta ratusan masyarakat Adat Desa Toruakat.

Data pantauan Wartawan dilapangan pada aksi damai Ratusan masyarakat tersebut, Massa peserta Aksi damai berkumpul di Gedung Bobakidan kelurahan Kotobangon Kecamatan Kotamobagu Timur (red: Kotamobagu) dan selanjutnya masa berjalan kaki menuju Patung Bogani serta titik temu terakhir peserta aksi berkumpul di Bundaran Paris melanjutkan orasi menuntut keadilan hukum.

Diketahui juga, Pada 27 September 2021 yang lalu, telah terjadi bentrokan antara Masyarakat Desa Toruakat dengan ‘Preman Bayaran’ PT. Bulawan Daya Lestari yang mengakibatkan satu orang warga Toruakat tewas  tertembak di bagian dada sebelah kanan serta 4 orang lainnya dikabarkan mengalami luka-luka.

Peristiwa berdarah tersebut terjadi saat Masyarakat Toruakat hendak melakukan pemasangan patok tapal batas wilayah perkebunan Bolingongot (Kecamatan Dumoga) yang di klaim sebagai wilayah perkebunan Desa Toruakat, tepatnya berada di wilayah konsesi Peruhan Tambang PT. BDL.

Bentrok berawal dari adu teriakan antara Preman Sewaan PT. BDL dengan Masyarakat Toruakat dan berujung saling serang dan mengakibatkan kematian, hingga saat ini sudah tiga orang yang berhasil diamankan Pihak Kepolisian Polda Sulut, dua diantaranya adalah pelaku penembakan yang mengakibatkan kematian dan luka dengan inisial NP dan KK serta kepemilikan senjata tajam dengan inisial SI.

Pihak Kepolisian juga menurut kabar yang termuat di salah satu peberitaan media cetak, sudah memeriksa Owner PT. BDL Inisial YT Alias Yan untuk dimintai keterangan, pada Senin 25/10/21 kemarin atas seputar persoalan bentrok yang terjadi dilokasi tambang emas tersebut.

 

( Lucky Lasabuda) 

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan