Sudin UMKM Jakbar “Tak Mampu” Lindungi Pedagang Dari Pungutan Liar.

Sudin UMKM Jakbar “Tak Mampu” Lindungi Pedagang Dari Pungutan Liar.
Lokasi pedagang Lokbin, Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat

JAKARTA, TABLOIDKONTRAS.com – Sekitar 300 pedagang lokasi binaan (Lokbin) Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat. Ratusan pedagang tersebut diduga jadi sapi perahan oleh segelintir orang yang diduga preman pasar.

Dikutip dari SP.com kutipan tersebut berupa, lampu penerangan Rp.6000 untuk 2 lampu, 10.000 uang sampah dan keamanan 5000, serta kutipan lainya sebesar 20.000 setiap pedagang.Keterangan di atas disampaikan oleh salah seorang pedagang sayur inisial”G” dan “O”.

Dalam pengakuannya, “G” membenarkan, ada pungutan, buat lampu, sampah, keamanan dan 20.000 setiap pedagang disampaikan oleh “O”,” keluhnya.

Sementara Kasie UMKM Jakarta Barat, Djarot mengatakan,  kami sudah mencium dugaan pungutan liar yang dilakukan oleh sekelompol yang diduga preman pasar. Namun kita perlu adanya bukti, jika nanti terbukti, semua kita serahkan ke penegak hukum, apa lagi sekarang ini ada perintah langsung dari pak presiden Jokowi ke Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk memberantas Pungutan liar (Pungli)  atau premanisme, “ungkapnya belum lama ini.

“Karena selama ini keamanan digaji oleh Pemda, sampah juga ada tenaga PJLP, mengenai penerangan lokbin disubsidi oleh Pemda DKI melalui sudin PPKUKM dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sekitar Rp. 12 s/d 15 jt setiap bulannya. Jadi kalau memang ada pungutan itu berati untuk kantong pribadi yang nilainya bisa mencapai ratusan juta rupiah hingga milyaran, “pungkasnya

Hingga berita ini ditayangkan belum ada tindakan dari pihak Sudin UMKM Jakarta Barat. (14/7/21).

 

(IH)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan