Tanahnya Disertifikatkan Dengan Identitas Palsu, Lasono Lapor Polisi

Tanahnya Disertifikatkan Dengan Identitas Palsu, Lasono Lapor Polisi
Lasono (baju batik) didampingi Sri Wahono, saat melaporkan kasus pemalsuan identitas KTP dan KK atas nama Pradwipa Mutianto di Polres Sragen.

SRAGEN, TABLOIDKONTRAS.com – Lasono,  warga Dawung RT 15, Desa Plosorejo, Kecamatan Gondang, Kabupaten Sragen, melaporkan Pradwipa Mutianto Ke Polres Sragen. Pasalnya, tanah sawah miliknya bisa disertifikatkan diduga  dengan menggunakan identitas palsu. Kini Lasono masih menunggu proses hukum untuk mencari keadilan.

Dalam laporannya kepada penyidik Polres Sragen Lasono mengungkapkan, pada tahun 1983, dia membeli sebidang tanah sawah dari Sine,  warga Candi  RT 13, Plosorejo, Gondang, Sragen dengan patok atas nama Tugiyo Karto Pawiro Nomor C 540 Persil 105 S II, luas 5220 m2 dengan harga Rp 4.300.000 dan tanah sawah itu digarap sendiri selama 14 tahun.

Pada tahun 1997, Lasono butuh uang, maka tanah sawah tersebut digadaikan kepada Pramono, adik kandungnya sendiri, senilai Rp 14.000.000 dengan perjanjian, uang kembali tanah sawah juga kembali. “Saat itu uang tersebut  saya gunakan untuk keperluan mengikuti pencalonan Kepala Desa (Kades) Plosorejo, Gondang, Sragen,  namun gagal atau tidak terpilih” kata Lasono

Lasono kemudian menemui Pramono, untuk menyampaikan pinjaman uangnya yang Rp 14.000.000 sudah habis, jadi untuk mengembalikannya Lasono minta waktu. Pramono menyetujui,  tapi tanah sawah itu tetap di garap Pramono. Pada tahun 2016, Lasono ingin mengembalikan uang pinjaman tersebut. Tetapi karena waktunya cukup lama, hampir 19 tahun, maka Lasono bilang kepada  Pramono, uang pinjamannya akan dikembalikan dengan nilai Rp 100 juta. “Asal sawah kembali” tandasnya

Bahkan Pramono menyetujuinya, namun Isteri Pramono, Mutamaroh menolak dan menghalanginya, akhirnya Lasono batal menyerahkan uang pada Pramono. Usut punya usut, ternyata tanah sawah Nomor C Persil 105 S II luas 5220 m2 tersebut, sudah dibalik nama anak kandungnya, Pradwipa Mutianto. Tetapi Lasono menemukan kejanggalan dalam permohonan sertifikat tersebut. Dimana sertifikat hak milik Nomor 685  atas nama Pradwipa Mutianto itu tertulis kelahirannya, 05 Desember 1975 .“Ini jelas ada keganjilan, sebab tanggal lahir Pradwipa Mutianto palsu, mosok orang tuanya Pramono menikah dengan Mutamaroh  tahun 1990 , kok anaknya lahir 05 Desember 1975” paparnya

Dengan demikian, Lasono mencari dokumen, ternyata dalam kartu keluarga Pradwipa Mutianto tempat tanggal lahirnya, Jakarta Selatan, 12 April 1996. Untuk itu, maka Lasono melaporkan pemalsuan identitas ini ke Polres Sragen, pada Mei 2020 dengan barang bukti foto copy KK dan sertifikat. Bahkan Lasono sudah dimintai keterangan oleh penyidik Polres Sragen.

Namun ditunggu sampai sekarang permasalahan ini belum tuntas, untuk itu Lasono didampingi Sri Wahono, Devisi Hukum LSM Formas meminta bantuan disalah satu Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Solo, untuk dibantu dalam menyelesaikan kasus identitas palsu ini. “Saya sangat dirugikan adanya identitas palsu itu, seandainya tidak menggunakan edintias palsu, tanah sawah saya tidak mungkin bisa diatas namakan Pradwipa Mutianto” jelasnya

Dugaan pemalsuan identitas itu terletak pada kelahiran Pradwipa Mutianto, yang sebenarnya dia lahir, pada  12 April 1996, tapi dirubah menjadi 05 Desember 1975. Berarti, KTP dan KK tersebut  palsu. Dengan demikian Lasono melaporkan keponakannya sendiri, Pradwipa Mutianto di Polres Sragen. Dengan aduan dugaan pemalsuan identitas KTP dan KK. “Hal ini saya lakukan, karena tidak ada jalan lain, agar tanah sawah kembali ke tangan saya” harapnya

Secara terpisah, Yohanes Sihombing, anggota salah satu LBH di Solo yang menangani kasus dugaan pemalsuan dokumen identitas tersebut  mengatakan, masih ada beberapa syarat yang  harus dilengkapi, untuk memperkuat alat bukti, yakni identitas KTP dan KK yang menunjukkan Pradwipa Mutianto, lahir 05 Desember 1975. Jadi, carikan alat bukti identitas itu, di Kantor kepala Desa Plosorejo, Kecamatan Gondang, Kabupaten Sragen atau di kantor BPN Sragen, “Kami masih membutuhkan dokumen KK dan KTP Pradwipa Mutianto yang lahir 05 Desember 1975, sebagai pembanding alat bukti identitas KTP dan KK itu benar-benar palsu” jelasnya.

 

(Hong)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan