Team HI Center Sambangi dan Memberi Bantuan Untuk Anak Penderita Jantung Bocor

Team HI Center Sambangi dan Memberi Bantuan Untuk Anak Penderita Jantung Bocor
Bambang Husodo, Ketua II HIC Solo saat memberikan bantuan dari Henry Indraguna kepada keluarga Aira Cahya Mekarsari

KARANGANYAR, TABLOIDKONTRAS.com –  Begitu mendengar kabar tentang penderitaan yang dialami, Aira Cahya Mekarsari,  anak yang baru berusia 15 bulan, penderita jantung bocor. Maka tanpa menunggu berlama-lama, Dr KP Henry Indraguna, anggota dewan pakar  DPP Partai Golkar dengan spontan memerintahkan Team Henry Indaguna Center (HIC) yang berada di Solo, untuk melakukan pengecekan awal dan memberikan bantuan.

“Hati saya sungguh tergugah, medengar kabar  penderitaan adinda Aira Cahya, sungguh saya meminta kepada Allah untuk menyembuhkan dari semua sakit dan penyakitnya, terutama kebocoran di jantung dan saya meminta kepada para pengusaha, pejabat,  sahabat  saya yang mampu, mohon membantu seiklasnya untuk biaya pengobatan adinda Aira. Insya Allah minggu depan saya akan berkunjung kesana” ujar Henry yang dihubungi via telepon genggamnya

Sementara itu Bambang Husodo, Ketua II Team HI Center segera bergerak menyambangi dikediaman orangtua Aira, di Griya Sari Permai RT 01/RW VII Blok C No 7, Sukosari, Jumantono, Karanganyar untuk memberikan bantuan berupa uang kepada orang tua Aira. “Kedatangannya saya kesini, mengemban amanah dari Pak Henry untuk memberikan bantuan berupa uang, semoga bisa untuk meringankan beban yang diderita adik Aira, minggu depan Pak Henry mau datang kesini  secara langsung” ujar Bambang kepada sejumlah wartawan, Kamis (7/7) pagi itu

Seperti diberitakan, Aira tidak hanya menderita jantung bocor saja, Aira yang lahir, pada 2 April 2021 pertumbuhannya mengalami keterlambatan. Bobot anak ketiga dari pasangan suami istri Ratno Mekarsari dan Dian Aruna Mahesi ini beratnya hanya 5,3 kilogram saja. Lebih memprihatinkan lagi ternyata Aira diduga menderita komplikasi beberapa penyakit, termasuk menderita gizi buruk. Juga separuh badan di sebelah kiri hingga bagian mata dan satu pendengarannya bermasalah.

Ayah  Aira, hanya bekerja sebagai buruh serabutan, itupun juga tidak setiap hari ada pekerjaan. Rumah masih mengontrak dan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saja sudah kesulitan.  Apalagi untuk biaya pengobatan putri bungsunya itu.  “Sebagai buruh serabutan, kalau pasa ada pekerjaan penghasilan saya hanya sekitar Rp.50 ribu- Rp60 ribu. Saya mengucapkan terima kasih kepada Pak Henry  yang telah membantu, kami doakan Pak Henry sukses selalu” kata Ratno.

 

(Hong)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan