Terhitung 12 Juli 2021, Sekolah Mulai Memberlakukan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas.

Terhitung 12 Juli 2021, Sekolah  Mulai Memberlakukan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas.
Gubernur Sulut Olly Dondokambey

SULUT,TABLOIDKONTRAS.COM- Pemerintah provinsi sulawesi utara ( Sulut ) Melalui bapak Gubernur sulut Olly Dondokambey SE telah menandatangani Surat Edaran mengenai Pembelajaran Tatap Muka Terbatas di satuan pendidikan, mulai PAUD hingga SMA/SMK di masa Pandemi Covid 19.

Terhitung mulai 12 Juli 2021, sekolah sudah bisa memberlakukan pembelajaran Tatap Muka Terbatas.

“Iya surat edarannya Sudah ditandatangani pak gubernur sulut terkait Pembelajaran Tatap Muka Terbatas,” Ucap Dr Grace Punuh, Jumat (02/07/2021).

Namun Kata Grace, tak serta merta sekolah bisa memberlakukan pembelajaran tatap muka terbatas harus ada syarat dipenuhi.

Pertama, Satuan pendidikan yang berada di daerah zona hijau dan kuning yang memiliki positive rate di bawah 5%, serta telah melaksanakan vaksinasi COVID-19 bagi Pendidik dan Tenaga Kependidikan dapat membuka dan melaksanakan pembelajaran tatap muka terbatas tahun pelajaran 2021/2022.

“Prioritas utama tetap mempertimbangkan kesehatan dan keselamatan pendidik/peserta didik,” ujarnya.

Kedua, Satuan Pendidikan wajib mengisi dan melengkapi persyaratan tentang Pembelajaran Tatap Muka Terbatas sebagaimana tercantum dalam Keputusan Bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan, dan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 04/KB/2020, 737 Tahun 2020, HK.01.08/Menkes/ 7093/2020,420-3987 Tahun 2020 tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran pada Tahun Ajaran:2020/2021 dan Tahun Akademik 2020/2021 di masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19).

Apabila daerah zona hijau dan kuning sebagaimana dimaksud dalam angka 1 memiliki positive rate di atas 5% atau telah berubah menjadi zona oranye dan merah, maka pelaksanaan pembelajaran tatap muka terbatas di satuan pendidikan wajib dihentikans sementara oleh instansi masing-masing selama 2 minggu, atau sampai dengan daerah dimaksud telah kembali menjadi zona hijau dan kuning, serta memiliki positive rate di bawah 5.

Gugus Tugas COVID-19 di satuan pendidikan wajib berkoordinasi secara aktif dengan

Gugus Tugas COVID-19 Daerah untuk mengetahui perkembangan penyebaran Pandemi COVID-19 di daerah setempat.

 

(*Fik)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan