Tersangka Investasi Bodong Bertambah Lagi! Polres Kotamobagu Bidik Aset Milik Dari Pelaku.

Tersangka Investasi Bodong Bertambah Lagi! Polres Kotamobagu Bidik Aset Milik Dari Pelaku.
Kapolres Kotamobagu dalam Press Conference menyampaikan ketambahan satu calon tersangka dalam kasus investasi bodong inisial MM alais Margaret

KOTAMOBAGU,TABLOIDKONTRAS.Com – kepolisian Polres Kotamobagu masih terus melakukan pengembangan atas dugaan kasus penipuan berupa Investasi Bodong Yang berkedok jual/beli arisan yang terjadi di Kotamobagu.

Aktivitas investasi bodong yang diketahui sudah cukup lama berjalan ini, nyatanya tidak hanya melibatkan 3 tersangka saja, akan tetap berdasarkan laporan warga, Polres Kotamobagu kembali menetapkan 1 tersangka inisial MM alias Margaret atas kasus tersebut.

Demikian hal itu disampaikan oleh Kapolres Kotamobagu AKBP Irham Halid SIK dalam Press Conference yang dilaksanakan pada Selasa 31 Mei 2022 kemarin, didampingi oleh Wakapolres,Kasat Reskrim dan Kasi Humas.

Dikatakan Kapolres, Tersangka MM berperan Sebagai Reseller dalam operandi jual/beli arisan dikotamobagu, yang sebelumnya Polres Kotamobagu sudah lebih awal menetapkan tiga tersangka lainnya, masing-masing KM alias Khofifa bertindak Sebagai Owner, IM alias Indri (Admin) dan AD alias Arista ( Admin).

Berdasarkan pengembangan Polisi MM merupakan Reseller dalam kegiatan arisan online yang dimotori oleh tersangka KM selaku Owner arisan.

Peran MM mencari nasabah (Member) dengan cara memposting beberapa list arisan yang akan dijual melalui Via WhatsApp Group maupun facebook. Yakni, arisan Rp 22 Juta, dijual hanya dengan harga Rp 10 juta rupiah kepada member, dengan jangka waktu 14 hari berjalan.

“Contoh semisal arisan 22 juta dijual 10 juta dengan jangka waktu 14 hari ( Japo )  yang artinya setiap member/nasabah yang mengikuti dan membeli arisan itu mendapatkan bunga 100 persen,”

Pun begitu tersangka MM yang bertindak sebagai Reseller dalam menjalankan arisan bodong tersebut, ia pun mendapat upah (uang) penjualan arisan yang diberikan oleh Owner sebesar Rp 500.000 rupiah/satu orang member,” ungkap Kapolres.

Kapolres, juga menambahkan kalau total kerugian yang dialami korban, kurang lebih 100 juta rupiah.

“ kerugian berkisar  100 juta, dan saat ini langkah yang sudah dilakukan oleh Tim penyidik, Yaitu sudah melakukan pemeriksaan terhadap saksi korban sebanyak 5 orang serta melakukan pemeriksaan terhadap calon tersangka atas nama MM, Kemudian dilakukan penyitaan barang bukti berupa screenshot percakapan di aplikasi WhatsApp, Bukti keuangan print out dari BCA cabang Kotamobagu. surat perjanjian arisan online-nya, SPJ, kemudian 1 unit handphone iPhone 11 ProMax, buku rekening milik calon tersangka,” jelas Kapolres.

Disinggung apakah pihak Kepolisian tidak menyasar pada penyitaan asset yang bergwrak maupun yang tidak bergerak milik dari Owner inisial KM alias Khofifah, semisal contoh uang arisan bodong itu dipergunakan tersangka untuk beli kendaraan, Tanah, Rumah, atau semacam di putar pada usaha lainnya? Kapolres menjawab, untuk penyitaan asset tetap akan dilakukan, tentunya polisi harus mengaudintifikasi lebih awal keseluruhan assset milik pelaku dulu, apakah asset itu dibeli dari hasil perbuatan tersebut atau tidak?Kalau memang terbukti asset miliknya di dapat atau dibeli dari hasil dari perbuatan investasi bodong, maka pasti akan disita. tegas Kapolres AKBP Irham Halid SIK.

Adapun pasal yang disangkakan ucap Kapolres, Pasal 45A ayat (1) Sub Pasal 28 Ayat (1) Undang-undang RI No.19 tahun 2016 tentang perubahan atas undang-undang RI No.11 tahun 2008 tentang Informasi dan transaksi elektronik atau Pasal 378 KUHP Jo Pasal 55 KUHP.

“Unsur pasal yakni dengan sengaja tanpa hak menyebarkan berita bohong dan menyesatkan yang mengakibatkan kerugian konsumen dalam transaksi elektronik, dengan pidana penjara paling lama 6 tahun,”terang Kapolres Kotamobagu.

Seraya menghimbau, kepada masyarakat untuk jangan muda percaya atas segala aktivitas kegiatan berupa jual beli arisan online yang tidak memiliki kebenaran dan dasar hukumnya.

“Saya minta masyarakat jangan begitu cepat mempercayai berbagai bujuk rayu penipuan yang bersifat investasi bodong apa lagi dengan bunga 100 persen, agar terhindar dari modus operandi penipuan yang berkedok Jual/beli arisan seperti ini” imbau Kapolres Kotamobagu.

 

(Lucky Lasabuda)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan