Tidak Berizin, Tambang Emas Ilegal Di Kecamatan Lolayan Sulit Dibendung?

Tidak Berizin, Tambang Emas Ilegal Di Kecamatan Lolayan Sulit Dibendung?
Aktivitas Tambang

BOLMONG,TABLOIDKONTRAS.Com – Aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) tepatnya di kecamatan Lolayan, (Red-Bolmong) sampai saat ini masih terus berlangsung. Walaupun diketahui, kegiatan penambangan emas tersebut sama sekali tidak memiliki izin dari pemerintah dan ada juga yang dikelolah oleh KUD PERINTIS, kabarnya izinnya sudah di cabut.

Bertahun-tahun kegiatan ilegal mining disana, kian hari bukan berkurang, melainkan terus bertambah. Sontak saja hal ini memberikan kesan seolah ada tembok besar yang begitu sulit untuk ditindak oleh APH?

Demikian hal ini dikatakan oleh Direktur Lembaga Anti Korupsi Republik Indonesia (LAKRI) Andy Riadhy Kamis 11 Agustus 2022 siang tadi.

” Semua lokasi pertambangan emas di Kecamatan Lolayan (Bolmong) tidakmemiliki izin. Olehnya diminta APH dapat melakukan penindakan yang tegas kepada oknum-oknum pelaku tambang tersebut,” Pintah Andy Riadhy.

Dikatakannya, Tidak ada alasan Ilegal Mining harus dibiarkan ataupun di pelihara? Sebagaimana ketentuan UU, setiap kegiatan penambangan harus memiliki izin yang di keluarkan oleh pemerintah.

“Kalau tidak memiliki izin operasi Pertambangan, maka selayaknya harus ditindak. Hal ini untuk menimalisir dampak kerusakan ekosisten alam serta terjadinya pencemaran lingkungan,” ucapnya.

Ia pun mendesak kepolisian maupun kejaksaan dapat menurunkan tim ke lokasi yang di maksud, agar penegakan hukum berjalan sebagaimana mestinya.

“Hukum adalah Panglima, maka siapapun oknum yang coba-coba melakukan perlindungan (Memback Up ) wajib di sikat dan tanpa pandang bulu,” tandas Direktur LAKRI dihadapan awak media.

Sementara itu, Ketua KUD PERINTIS sarif Amiludin, ketika dihubungi awak media , belum merespon upaya konfirmasi. Disusul melalui Pesan WhatsApp, belum juga dijawab.

Perlu diketahui Luas wilayah pertambangan emas yang ada di Desa Tanoyan Utara dan Desa Tanoyan Selatan Kecamatan Lolayan Kabupaten Bolaang Mongondow, kurang lebih 2.000 Ha.

Dari luas wilayah pertambangan emas 2.000 Ha ini, terdapat beberapa lokasi yang melakukan aktivitas penambangan emas. yakni, lokasi Apar, Lokasi Lungunon, Lokasi Modopola, Lokasi Talong, Lokasi Sondana, Lokasi Lingkobungon, Lokasi Jalur Tujuh, Lokasi Rape, Lokasi Osela, dan Lokasi Potolo yang di apit oleh lokasi tambang emas Rumagit.

Pun begitu, ijin KUD Perintis hanya mengcover dua lokasi yakni lokasi Rape dan lokasi Jalur Tujuh dengan luas kurang lebih berjumlah100 Ha.

Sedangkan untuk lokasi lainya, yang luasnya diperkirakan masih sekira 1.900 Ha, belum termasuk dalam ijin KUD Perintis. Tapi anehnya, aktivitas penambangan emas masih tetap berjalan?

Penjelasan di atas, sebagaimana yang tertuang dalam Keputusan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Daerah Provinsi Sulawesi Utara Nomor:503/DPMPTSPD/IUP-OP/139/VIII/2020 Tentang Persetujuan Perpanjangan Izin Usaha Pertambangan (IUP) Operasi Produksi Komoditas Tambang Mineral Logam Emas DMP Kepada KUD Perintis yang diterbitkan pada 14 Agustus 2020.

Meski begitu, jangka waktu berlaku IUP Operasi Produksi yang tertuang dan dikelolah oleh KUD Perintis hanyalah 10 tahun saja.

Menariknya, kuat dugaan izin KUP PERINTIS, sudah di cabut oleh kementrian Investasi/BKPM pusat, seperti halnya KUD Nomontang Boltim.

Izin KUD PERINTIS dicabut berdasarkan surat yang dikeluarkan oleh Kementrian Energi dan Sumbrr Daya Mineral ( ESDM ) dan Menteri Investasi/BKPM Pusat. Nomor: 20220603-01-92482, tentang pencabutan perpanjangan izin usaha pertambangan (IUP) Operasi Pertambangan Mineral Logam Emas DMP kepada koperasi Unit Desa (KUD) Perintis.

Dua Izin KUD ini telah di cabut, maka semestinya segala aktivitas kegiatan pertambangan emas wajib dihentikan. Kalau kemudian kegiatan disana masih saja berlangsung, maka itu sudah ilegal dan patut untuk di tindak tegas oleh APH.

Ada juga lokasi-lokasi PETI lainnya, Seperti Lokasi POTOLO DAN RUMAGIT,  sebelumnya sudah perna menjadi bulan-bulanan disorot oleh LSM maupun Media. Tapi anehnya, hingga saat ini masih terus melakukan aktivitas pertambangan emas.

Olehnya diminta Aparat Penegak Hukum (APH) dan Pemerintah dapat melakukan penindakan hukum yang terukur, Karena ketika ilegal mining ini masih terus berlangsung, maka akan memberikan kesan bahwa ada semacam pembiaran tambang emas ilegal di Wilayah Kabupaten Bolaang Mongondow, tepat ya di Kecamatan Lolayan.

 

(Lucky Lasabuda).

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan