Woww,,,Hasil Produksi Emas PETI Potolo-Rumagit, Per dua Minggu Bisa Tembus ’80 Kilogram’

Woww,,,Hasil Produksi Emas PETI Potolo-Rumagit, Per dua Minggu Bisa Tembus ’80 Kilogram’
Lokasi Pertambangan Emas Tanpa Izin ( PETI) di Kecamatan Lolayan (red: Bolmong) yang kabarnya setiap dua minggu hasil produksi bisa mencapai 80 Kilogram?

BOLMONG,TABLOIDKONTRAS.Com – Meski sudah beberapa kali di beritakan terkait perusakan hutan di lokasi Potolo dan Rumagit, tapi nyatanya baik pemerintah maupun Aparat Penegak Hukum ( APH) terkesan acuh tak acuh alias belum mampu menghentikan Ilegal Mining disana.

Bahkan kegiatan tanpa izin Itu, seolah Oknum cukong tidak memperdulikan berbagai kecaman dan sorotan yang dilontarkan oleh LSM berkaitan adanya perusakan hutan yang sudah di ubah menjadi Area Pertambangan Emas Tanpa Izin ( PETI) yang berukuran skala besar.

Belum lagi dari keterangan sumber kuat pada awak media, bahwasanya hasil Capaian produksi emas, jika dihitung dari semua bak yang dibuat, bisa tembus hingga 80 Kilo gram pada setiap dua minggu.

Dari keterangan tersebut menurut sumber baru sebatas dugaan, bisa saja melebihi dari angka itu. Apa terlebih setiap hasil produksi emas di lokasi PETI Potolo dan PETI Rumagit sangat takut jika terpublis di media. Beber sumber.

Sumber mengatakan, Inilah yang menjadikan lokasi PETI Potolo dan PETI Rumagit menjadi rebutan para oknum Cukong ( Pemodal ) yang berasal dari luar daerah. Bisa jadi kata sumber, mereka Oknum ) mendapatkan bagian alias ikut kecipratan hasil, yang menyebabkan cukong juga santai santai saja melakukan aktivitas disana, tanpa sediitpun rasa takut. Duga sumber, sembari meminta namanya tidak di sebutkan.

Menanggapi hal Ini, Ketua DPC Ormas Laskar Anti Korupsi Indonesia ( LAKI ) Indra Mamonto, Sabtu (20/11/21), mengatakan jika Kegiatan tanpa perijinan selembarpun tidak di tindak apa terlebih dibiarkan, maka patut di duga oknum cukong memiliki hubungan kedekatan serta komunikasi yang baik dengan pihak pengambil keputusan? Duga Mamonto.

Ia pun menyampaikan, sangat disayangkan ketika semisal pemerintah dan APH diam, tanpa ada langkah penindakan tegas di dalam menimalisir dampak kerusakan hutan yang lebih besar lagi serta ancaman pencemaran yang bisa berdampak pada lingkungan maupun masyarakat lingkar tambang nantinya.

” Sampai saat ini selaku lembaga kami mengetahui Pemerintah maupun APH tidak BUTA, maka masih menaruh harapan besar serta sangat Optimis bahwa Ilegal Mining yang sudah sekian tahun berjalan di hutan Potolo-Rumagit pasti di tindak sesuai perundang-undangan yang berlaku.,”  Ucapnya.

Dirinya menghimbau para oknum Cukong yang melakukan aktivitas pertambangan emas tanpa izin tersebut, untuk segera hengkang dari tanah totabuan dan hentikan kegiatan ilegal disana, apa lagi hanya memperkaya kantong dan perut kalian, sisi lain dampak dari perusakan hutan yang kalian ( Oknum ) buat, beresiko bencana nantinya, yang unjungnya masyarakat yang harus menanggung deritanya, sementara hasil bumi yang kalian rampok ditanah Totabuan, kalian yang menikmatinya.

” Pak Kapolda Sulut dan Pak Gubernur sulut harus tegas. Jangan biarkan perusakan hutan meraja rela di Tanah BMR. Kegiatan Ilegal disana sudah berjalan sekian tahun ini, kenapa belum ada tindakan tegas yang terukur. Maka diminta Tindak dan hentikan Ilegal Mining Di lokasi Potolo dan Rumagit, sebelum bencana menghantui tanah totabuan.” Pintah Ketua DPC Ormas LAKI Bolmong Indra Mamonto.

Perlu di ketahui, perusakan hutan di lokasi PETI Potolo dan PETI Rumagit sudah sekian tahun ini dilakukan oleh oknum pemodal alias cukong inisial SW, dan Ko Har, yang kabarnya mereka bekerja sama dengan pemegang Surat Keterangan Tanah ( SKT ) yang belum jelas juga hak kepemilikan tersebut apa diketahui oleh pihak kementrian Lingkungan hidup dan Kehutanan ( KLHK ), karena status lokasi itu belum dilakukan pelepasan dan masih pada posisi status hutan.

Mereka ( Oknum ) cukong pun tak tanggung tanggung menaikan alat berat operasional yang berjumlah banyak seperti Excavator digunakan di bukit Potolo dan Rumagit hanya untuk berjudi nasib lewat pertambangan emas tanpa izin ( PETI ) yang seyogianya tidak memiliki izin selembar pun.

Pada tahun 2019, Aparat Penegak Hukum ( APH) sudah perna melakukan penindakan hukum, dan hasilnya ada beberapa pelaku PETI berhasil ditangkap dan di jebloskan kedalam penjara.

Begitu pun, di tahun 2020 hal yang sama dilakukan oleh APH, dan pada awal  2021 berkisar bulan januari 2021, juga dilakukan penindakan hukum, hingga berakhir salah satu oknum pelaku PETI inisial AGL Alias Gus akhirnya di gelandang tim Mabes Polri ke Jakarta guna menjalani pemeriksaan.

Tapi menariknya, biarpun sudah beberapa kali APH melakukan penindakan sejak zaman kepemimpinan sebelumnya, tapi kegiatan PETI terus berjalan. Satu contoh saat SW dan Gusri di tahan, herannya Aktivitas PETI terus berjalan.

Sontak saja ini menimbulkan pertanyaan besar, ada apa dan siapa pengendali dibalik Pertambangan Emas Tanpa Izin tersebut? Bisa di bilang lokasi PETI Potolo dan PETI Rumagit menjadi jalur Gaza. Lokasi yang tidak perna lepas dari sorotan publik dan begitu banyak masalah yang terjadi, tetapi puluhan alat Excavator terus di operasikan oleh oknum cukong.

Semoga dengan Kepemimpinan Kapolda yang baru dan Kapolres Yang baru, Mampu melahirkan penindakan yang terukur untuk memberantas PETI dan sekaligus pemerintah juga bisa memikirkan bagaimana lokasi PETI yang menjadi primadona Itu, bisa dijadikan Wilayah Pertambangan Rakyat ( WPR ) dinikmati masyarakat secara legal, ketimbang hanya dikelolah oleh para oknum pemodal alias Cukong untuk memperkaya diri ereka sendiri.

 

(Lucky Lasabuda)  

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan